Lapik atau dalam bahasa daerah setempat biasa disebut dengan Lapaek, adalah sebuah hasil kemahiran kerajinan tangan yang dibuat dari tumbuhan yang banyak tumbuh di alam sekitarnya dan biasa disebut dengan Pandan Baiduri. Lapaek biasa digunakan untuk sebagai alas duduk para pemangku adat/depati, pengantin pada saat pernikahan maupun pada saat upacara-upacara adat. Pewarnaan Lapaek pada awalnya menggunakan pewarnaan alami yang berasal dari kunyit, dan beberapa tumbuhan lainnya,akan tetapi saat ini sudah menggunakan bahan kimia karena berkurang bahan alami yang ada. Sedangkan beberapa motif yang terdapat dalam anyaman Lapaek itu diantaranya adalah motif melereng, bungo pecah selapeh, belam tekurung. Kemahiran kerajinan tradisional dalam kehidupan masyarakat di Desa Koto Dian Rawang, diturunkan secara turun menurun dan hanya ada di desa tersebut, tidak terdapat di desa lainnya. Keahlian menganyam Lapaek secara umum dimiliki oleh kaum perempuan baik ibu-ibu maupun remaja putri.